pistol bambu


Assalamualaikum WR WB. Selamat siang sobat pembaca semua. Selamat datang di blog Celetukan Si Wahyu.

Apa kabar kalian semua? Semoga kabar kita selalu lebih baik yaa. Apa sobat belum kenal sama Saya? Atau sobat udah lupa sama Saya? Wajar kok itu, namanya juga manusiawi dan Saya juga bukan orang terkenal hehehe. Baca saja langsung artikel ini kalau sobat semua ingin tau lebih intim gimana Saya. Bisa juga sobat add, kontak, kunjungi, dan follow akun-akun sosial media Saya dibawah biar mesra hehehe.


Nah pada sesi ini Saya ingin ngebahas tentang masa kecil. Siapa sih sobat disini yang masa kecilnya kurang bahagia? Sungguh kasihan kalau masa kecil kalian begitu hehehe, tapi Saya yakin kok masa kecil kita bahagia semuanya.


Berbicara tentang masa kecil, Saya lihat masa kecil tiap jaman berbeda-beda. Contohnya masa kecil jaman dulu dengan masa kecil jaman sekarang bagaikan langit dan bumi bro, jauh banget perbedaannya. Jujur Saya miris banget ngelihat anak-anak yang melalui masa kecil seperti jaman sekarang, gak ada bahagianya bagi Saya.



bermain gadget


Bayangkan saja, anak-anak jaman sekarang bisa dibilang kurang aktif dalam beraktifitas, main gadget mulu dikamar/dalam rumah, kurang bersosialisasi dengan teman-teman dan masyarakat diluar. Beda jauh dengan anak-jaman dulu yang mulai dari anak era 90-00an kebawah, anak-anak jaman dulu cenderung lebih aktif karena main diluar, lebih pandai bersosialisasi, lebih sehat karena lebih banyak beraktifitas bergerak dan beraktifitas diluar, lebih santun dan tidak sombong, etika lebih baik dan bermoral, dll.



film kartun


Bukan cuma kegiatan sehari-harinya saja, dari tontonan, musik, mainan, dan hiburan lainnya pun terasa sangat berbeda. Misalnya saja dari tontonan, anak-anak era 90-00an mendapat tontonan yang lebih layak untuk usianya dibanding anak-anak jaman sekarang, lihat saja kita (termasuk Saya) waktu kecil dulu pas hari minggu, Weeh! Seneng banget bro sumpah! Pokoknya hari minggu itu adalah harinya anak-anak menonton tv, soalnya hari minggu itu full-time acaranya notabene kartun yang penuh edukasi, mendidik mental anak, dan moral. Pokoknya anak kecil jaman dulu itu memang dapet perannya sebagai layaknya anak kecil, gak menipu dan gak ditipu.


Anak jaman sekarang? Beeuh, kadang ada juga yang gak tau sama kartun. Ckckckck, miris parah ya kan? Ya mau gimana lagi, pihak KPI (Komisi Perfileman Indonesia) sekarang ini lebih membatasi tayangnya film-film kartun impor yang padahal kontennya bisa dibilang gak parah sih, kan film kartun yang ditayangin mayoritas sebenarnya memang target ke anak-anak, walaupun ada kartun yang agak vulgar bagi anak-anak, kan sudah ada fitur rating usia disudut layar tv, tinggal pihak orangtua masing-masing individu anak yang HARUSNYA BIJAK dalam menggunakannya, bukannya malah menuduh dan menyalahkan si pembuat animasi atau stasiun tv terkait. Fakta sebenarnya dilapangan bahwa JUSTRU FILM KARTUN LEBIH BERBOBOT DAN SUDAH PASTI MENGANDUNG PESAN MORAL DIDALAMNYA. Lucunya saat ini malah tayangan sinetron remaja yang melejit di dunia perfilman Indonesia, dan mirisnya lagi, anak-anaklah yang menjadi konsumen setia terbesar sinetron tersebut. Walhasil anak-anak menjiplak gaya hidup yang ada disinetron karena anak-anak adalah fase dimana manusia meniru apa yang ia lihat, sobat pasti tau lah apa yang dimaksud, gak perlu juga Saya jelasin pasti langsung mudeng kesitu, yaps tentu saja kalau bukan gaya CINTA-CINTAAN YANG BELUM MAKANAN USIANYA!


Efek dari film itu sangat besar walaupun terlihat sepele, gara-gara sinetron juga anak-anak dengan santainya meniru dan mempraktekan apa yang mereka lihat, yaitu berpacaran yang seperti terlihat di sinetron. Bagi mereka sekarang ini pacaran free style seperti itu sudah menjadi hal yang lumrah untuk dilakuin, bahkan anak SD sekalipun sudah berpacaran free style layaknya orang dewasa, beda dengan jaman dulu yang lebih menekankan moral dan etika kepada anak-anak, yang kalau melakukan hal itu terkesan seperti aib dan terkadang juga sampai dikucilkan masyarakat dan membuat malu orangtua.


Kita beralih dari tontonan ke musik, banyak lagu-lagu jaman sekarang unsur liriknya mengandung konten vulgar secara tersirat, dan lucunya lagu tersebut dengan bebasnya tersiar dan terngiang ditelinga anak-anak, lucunya lagi banyak anak-anak yang khatam dengan lagu itu. Saya pribadi merasa lucu ingin ngakak, tapi satu sisi lagi Saya merasa sedih, kasihan ngelihat anak-anak yang hafal luar kepala dengan lagu vulgar itu. Belum tau maknanya saja sudah khatam apalagi kalau sudah ngerti! Selain lagu vulgar, lagu cinta-cintaan juga menjadi makanan empuk anak-anak masa kini. Pas mereka bawain lagu itu kesannya kayak masih kecil kok tapi udah galau, wkwkwk miris sangat.



lagu abang tukang bakso


Beda dengan sekarang, dulu kita disuguhkan lagu-lagu ikonik yang SANGAT PANTAS dihapal anak-anak, seperti lagu Abang Tukang Bakso, Naik-Naik Ke Puncak Gunung, Naik Kereta Api, dll, yang jauh bahkan gak ada unsur vulgar dan cinta-cintaannya. Saya sampe sekarang masih ingin ngedengerin lagu-lagu itu walau usia udah hampir kepala 2, gak akan hilang kesannya sob sampe sekarang! Tolong Tuhan kembalikan masa kecil bahagia kami dulu.



kapal klotok


Oke kita lanjut lagi ke bagian mainan masing-masing jaman. Jaman dulu mainan itu beragam, menarik, dan tentunya penuh kreatifitas saat dibuat. Bukan jenisnya saja, pas dipakai pun banyak manfaat, seluruh badan kita ini pasti aktif untuk memainkannya, ditambah sarat dengan kreatifitas dan imajinasi yang jelas sangat berguna bagi anak-anak, contohnya bisa disebut ketapel, mobil kulit jeruk, pistol bambu, kapal klotok, kelereng, tazoz, gangsing, congklak, lompat karet, dll. Kalau sekarang? 180° bro/sis perbandingannya! Jaman sekarang mah boro-boro ada mainan gitu, kenal saja kagak. Sekarang malah cenderung ke digital seperti gadget, konsol, komputer, dll. Wajar sih sebenarnya, jujur Saya juga waktu kecil main konsol PSX, tapi kan gak kaya jaman sekarang. Ya harus seimbang lah komposisinya. Lha ini, umur 4 tahun saja udah dicegokin gadget, miris banget sumpah demi apapun.


Saya bukannya terkesan udik atau bagaimana, cuma miris saja lihat manusia jaman Millenial sekarang ini. Saya lihat teknologi lama-lama membuat kita manusia semakin tak berguna di bumi ini! Memang kita dituntut fleksibel dan terbuka dalam kemodernan biar gak ketinggalan jaman, tapi kita juga wajib hukumnya untuk LEBIH BIJAK dalam menerima dan menggunakannya. JANGAN SAMPAI TEKNOLOGI MENGATUR KITA, HARUSNYA KITA YANG MENGATUR TEKNOLOGI.


Yaps segitu saja untuk ulasan ini. Saya gak ada sedikitpun niat untuk membandingkan dan menjelekkan pihak manapun, cuma Saya ingin mengungkapkan perasaan sedih dan miris yang Saya bahkan mungkin juga sobat semua yang sependapat dengan opini Saya ini tentang mirisnya jaman sekarang dibanding jaman dulu. Sekali lagi, LEBIH BIJAKLAH MENGGUNAKAN TEKNOLOGI, sobat!

Akhir kata dari Saya, mohon maaf jika Saya ada meninggalkan kesan buruk. Ambil yang baik buang yang buruk. Selamat siang dan Wassalamualaikum WR WB.