Assalamualaikum. Selamat sore sobat. Sudah seminggu gak ketemu ya?
Ohya terakhir Saya update blog ini menulis artikel tentang Masa Kecil Dulu VS Masa Kecil Sekarang, baca gih seru pokoknya. Ohya bagi yang masin asing sama sosok Wahyu Anggara pemilik blog ini, siapa sih orang gaje itu?, monggo cek saja artikel perkenalan ini, atau bisa juga langsung ngecek akun sosmed Saya dibawah.



Ohya seperti yang kita tahu semuanya, seiring dengan berjalannya waktu, bergantinya jaman ke jaman, membuat manusia lebih cerdas dan lebih kreatif. Banyak orang-orang ternama menghasilkan hasil maha karyanya masing-masing sesuai kemampuan dan passionnya. Dan dari hasil karya yang diperolehnya itu, tak jarang membuat orang kagum, termotivasi dan menirunya. Banyak orang-orang terkenal yang menjadi panutan masyarakat akan bakat dan hasil karya yang ia peroleh. Tapi apapun hal yang berlebihan didunia ini gak ada baiknya, apapun itu, termasuk juga menggemari seseorang yang dijadikan panutan hidup.



Kenapa Saya bilang gitu? Kan gak salah tuh mengambil motivasi dari idola? Memang gak salah sih, tapi apapun itu kalau berlebihan pastinya gak akan baik. Kalau kita terlalu berlebihan menjadikan idola kita sebagai panutan hidup kita, sampai-sampai kita menirukan secara detil orang itu hingga menghilangkan diri kita sendiri, itu adalah tindakan terbodoh di dunia, sama saja kita membunuh bagian diri kita sendiri secara sengaja. Kan gak lucu!



Ada baiknya bila kita mengidolakan seseorang, mengambil motivasi darinya, namun kita terapkan dan tirukan sesuai gaya, passion, dan cara diri kita sendiri. Jangan sampai kita menghapus sedikitpun ciri khas diri kita ini. PASSION KITA ITU MAHAL, SOB! Lihat saja orang-orang terkenal yang sudah kita jadikan panutan, mereka semua besar karena mereka telah berhasil membesarkan passion dirinya sendiri, gak menjiplak orang lain, dan berdiri di tonggaknya sendiri.



Pernah ngebayangin gak? Sekalipun dan sekecil apapun kita meniru orang lain, secara tak langsung kita sendirilah yang menjadikan dan membuat diri kita ini sebagai mesin fotocopy, mesin fotocopy berjalan bro/sis! Sudah bagus-bagus kita diberi dan memiliki passion dan ciri khas diri kita masing-masing oleh Tuhan, eeeh kita malah dengan berbangga hati mengcopast passion orang lain, miris banget ckckck, kaya gak ada passion sendiri saja.



Saya beargumen demikian bukannya tanpa sebab dan asal ngerocos gitu saja bro, sebabnya banyak Saya lihat dilapangan dan lingkungan sekitar kehidupan nyata Saya, anak muda jaman sekarang yang sangat memiliki potensi diri sangat disayangkan lebih memilih menjiplak passoin dari panutan/idolanya dengan alasan yang sangat receh sekali, "karena fans berat/fanatik", padahal hal tersebut jelas "gak banget".



Ada lagi nih, orang yang menjiplak orang lain karena ikut-ikutan rame/trend, biar dianggap gaul, dan akhirnya memiripkan diri dengan yang lainnya, padahal mah identitas kita sendirilah yang membuat kita menang selangkah dari orang lain, dan juga yang berbeda-beda itu yang mengasyikan. Kan bangga rasanya kalau misalnya ternyata diri kitalah yang dijadiin panutan oleh orang lain karena karakter dan passion kita yang kuat. Itu saja udah buat lu sukses dimata masyarakat bro/sis!



Ohya jangan salah, argumen Saya ini juya sangat penting dan sangat berarti apabila kita ingin membuat diri kita sukses dimasa depan. Memupuk karakter sendiri dari kecil agar bisa dipetik hasilnya di kemudian hari adalah hal yang nyata adanya, dan manis hasilnya. Yaa kecuali kalau lu kekeuh gak mau buat diri lu sukses sendiri, ya silahkan saja jadiin diri lu sebagai mesin fotocopy seumur hidup lu sepuasnya.

Inget ya sob, jangan pernah sekali-kali kita membunuh karakter kita masing-masing, karena karakter itu merupakan aset penting yang gak ada nilainya!

Oke sekian dari Saya Wahyu. Sampai jumpa di artikel berikutnya.
Selamat sore dan Wassalam!