Assalamualaikum WR.WB. Salam sejahtera. Tak disangka kita bertemu lagi dimalam yang hangat ini. Semoga kabar teman-teman selalu sehat yaa!



Kali ini di malam ini saya ingin berbagi cerita, pengalaman, kejadian, kisah, dan sejarah hidup terburuk saya selama hidup ini. Saya telah melalui masa-masa tersulit bagi hidup saya. Jadi awal mula kejadiannya pada hari minggu saya ingin berkunjung kerumah teman sekaligus sahabat saya, jarak rumah kita sekitar 15 km atau menempuh sekitar setengah jam perjalanan karena jalan dikota tempat saya tinggal itu tergolong tak macet dan bisa dirata-ratakan melaju dengan berkecepatan 60km/h. Saya sudah lama tak bertemu teman saya itu, sejak saya tamat sekolah sudah tak berjumpa, dan sudah dari pagi harinya saya niatkan untuk pergi kesana pada malam hari karena pada malam hari motor saya ada dirumah. Motor saya itu motor bebek Honda Supra X tahun 2002, sebenarnya itu motor bapak saya tapi saya acapkali memakainya pas malam hari atau pas berada dirumah.



Jadi pas sekitar jam 8 atau setelah shalat isya saya memberangkatkan diri menuju rumah teman saya itu. Saya izin dengan orangtua dan saya pun bersiap-siap untuk pergi. Untuk setelan pakaian saya, saya biasa dan hobi memakai celana cargo pendek dan baju kaos polo atau baju kaos biasa karena dengan alasan nyaman dan gak bikin gerah, namun pada saat itu saya menggunakan celana levis pendek dan baju kemeja tipis. Saya juga mengenakan helm half-face sebagai penunjang berkendara. Ditengah perjalanan saya mampir dulu diwarung pinggir jalan untuk membeli rokok 2 batang untuk menemani perjalanan saya. Saya memang akhir-akhir ini sudah jauh hari ingin berhenti merokok, sudah bulat tekad saya, namun saya hanya bisa menguranginya saja, sekitar 1-2 batang sehari dan rokok yang saya hisap tergolong mild atau ringan, yaitu rokok U-Mild yang bagi saya sangat ringan untuk posisi saya yang ingin berhenti. Dan malam itu saya pertama ngerokok untuk hari itu. Saya bakar dan hisap seiring jalan yang saya lalui.



Tak terasa setelah setengah jam menikmati perjalanan ternyata saya sudah sampai di rumah teman saya itu. Ternyata teman saya sudah ada rencana nonton bareng sepakbola bersama teman-teman dekat rumahnya dan tempatnya tak jauh dari rumah teman saya itu. Ohya teman-teman saya itu bernama Hamdi, Kevin, Tomy, dan Iky. Dan langsung saja tanpa banyak bacot saya banting stang untuk ikut juga nobar bersama mereka. Jujur saya bukan tak suka sepakbola, namun saya lebih hobi balap-balapan seperti MotoGP atau Formula 1, atau otomotif yang lainnya, dan kebetulan teman-teman saya itu cinta mati sama bola, kalau istilah didaerah saya itu hantu bola. Dan akhirnya saya bersama teman-teman saya berangkat menuju tempat nonton bareng sepakbola itu berada.



Setibanya ditempat tujuan sekitar jam 9 malam, kami pun bergegas untuk mengambil tempat duduk sebelum diambil alih rombongan lain, dan memang benar disana sudah ramai dan untungnya masih menyisakan 5 bangku dan 1 meja yang sangat pas dengan jumlah kami sebanyak 5 orang. Kami pun menonton liga Inggris yang ternyata sudah dimulai. Waktu itu klub bola yang main kalau tak salah Manchester City vs Tottenham Hotpurs. Dan Iky pun segera memanggil pelayan dan memesan minuman dan makanan, saya pun dengan cepat memesan kopi panas karena saya sangat suka kopi, teman-teman saya memesan cappucino es dan jus. Sekitar 15 menit pesanan pun sudah siap. Kami pun mulai menikmatinya, Sebagai teman kopi saya pun membakar rokok yang bersisa 1 batang disaku saya tadi. Dan tak biasanya saya sangat dalam dan menikmati tiap-tiap hisapan rokok saya. Menjelang setengah batang terbakar reaksi pusing nyelekit pun terjadi, namun masih bisa saya tolerir karena biasanya juga seperti itu. Saya seruput lagi kopi hitam panas yang saya pesan tadi seiring isapan rokok. Dan tubuh saya pun bisa rileks kembali. Saya pun kembali menikmati tontonan bola, namun tak lama saya tak fokus, jantung saya berdebar kencang, nafas saya agak sesak, dan pusing tak karuan semuanya menyelimuti tubuh kurus saya ini. Kebetulan teman saya Hamdi ingin pulang kerumah dan saya ingin ikut dengannya, siapa tahu saya nya yang sumpek dengan suasana tempat nonton bola dan bisa pulih kembali setelah cari angin.



Dan ternyata kondisi saya setelah ikut Hamdi itu tak ada kabar baik, bahkan saya rasa lebih parah dari yang tadi. Saya pun berusaha menguatkan diri, dan pas tiba dirumah Hamdi, saya pun segera meminta obat dan balsem untuk meredakan kondisi saya ini. Keluarga Hamdi itu sudah sangat baik kepada saya, saya sudah dianggap dan menganggap mereka keluarga saya sendiri, entah apa yang bisa saya balas kepada mereka untuk semua kebaikannya. Dan pada saat itu Hamdi segera memanaskan air untuk saya minum, dan itu anjuran dari mama Hamdi. Setelah memakai segala obat saya pun berdoa dan berharap tensi darah saya bisa rileks lagi dan nafas saya bisa normal lagi. Setelah mengobrol-ngobrol dengan keluarga Hamdi saya pun memutuskan untuk pulang saja dan meninggalkan acara nobar tadi soalnya saya sudah tak sanggup lagi menahan diri.



Setelah tiba ditempat nobar tadi saya pun segera pamit kepada teman-teman dan meminta maaf tak bisa ikut nonton sampai acara selesai dan teman saya pun sangat menganjurkan untuk pulang karena sudah tak bisa dipaksakan lagi nampaknya. Dan saya dengan Hamdi menuju parkir motor. Ketika ingin menghidupi motor saya kumat lagi, saya sudah menyerah dan rasanya tak sanggup untuk pulang mengendarai motor sejauh -+15km dengan kondisi seperti itu. Saya meminta tolong kepada teman saya untuk mengantar saya dan menginap dirumah saya, dan teman saya tak bisa ternyata.



Yasudah saya tenangkan diri, berdoa, dan meminum air yang dibelikan Hamdi tadi agar bisa membaik. Setelah saya tunggu-tunggu nampaknya tak terlalu membaik sayapun nekat untuk pulang saja. Sepanjang perjalanan tubuh saya kian parah, tak hanya sesak nafas tapi disertai pucatnya kaki dan tangan saya, tak hanya pucat tetapi juga mati rasa sampai ke rahang saya. Sumpah saya tak yakin untuk sampai dirumah, saya pun sepanjang perjalanan berdoa dan memohon perlindungan kepada Allah. Dan Alhamdulillah saya diberi kesempatan dan keselamatan untuk bisa sampai dirumah.



Sumpah demi Allah tubuh saya itu sangat lemah saat tiba dirumah. Saya pun sempoyongan saat memasuki motor kedalam rumah. Setelah sampai dirumah dan dikamar saya pun terus berdoa dan menyelimuti tubuh dengan selimut tebal. Namun kondisi belum membaik disini, saya diiringi sensasi serba salah, saat saya tidur saya malah tambah sesak nafas, namun saya ingin mengistirahatkan tubuh ini. Saya pun memaksakan saja untuk berbaring dan mengatur ritme nafas. Alhamdulillah saya pun bisa membaik lagi walau masih kondisi belum 100% pulih seperti normal dulu.



Dari semua kisah panjang itu, saya menarik satu kesimpulan yang saya ambil dari cerewetnya orangtua saya selalu mewanti-wanti untuk memakai jaket ketika berpergian, dan saya lihat dari pengalaman teman saya, kalau KELUAR DAN TERPAPAR ANGIN MALAM TANPA JAKET ATAU BAJU TEBAL ITU ASLI SANGAT BERBAHAYA! Walau tak dalam jangka pendek atau instan, namun suatu saat PASTI TERASA, seperti pengalaman nyata saya ini. Bisa dibilang saya dulu tiap hari keluar malam pakai motor tanpa mengenakan jaket dan terkadang tanpa helm, dan sudah lama tak keluar jauh saya pun mengalami ini semua. Saya dengan bodohnya yakin tak akan terjadi apa-apa, namun ternyata inilah dampak kebodohan saya itu. Saya pun menyesal dan saya berharap untuk bisa kembali ke kondisi fit seperti biasanya.


Mohon doanya ya teman-teman. Makasi telah membaca sampai habis. Wassalam!